Kamis, 30 Juli 2009

Asma

Asma
Asma adalah penyakit pada saluran pernafasan. Gejala-gejalanya perasaan sesak pada dada, nafas pendek, tersengal-sengal dan batuk-batuk.
(sumber: http://www.ub.net.id/Tips/tips_asma.htm)
Penderita yang sedang mengalami serangan asma, dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu penderita dengan serangan asma ringan, serangan sedang dan serangan berat. Salah satu tanda untuk melihat pembagian berat ringannya serangan adalah dengan melihat cara berbicara. Bila ketika berbicara penderita masih dapat menyelesaikan kalimat, klasifikasi yang diberikan adalah serangan asma ringan. Saat penderita berbicara dengan suara terputus-putus, maka penderita digolongkan dalam serangan asma sedang. Tetapi jika penderita sudah mengalami kesulitan bicara karena sesak, penderita masuk dalam kelompok serangan asma berat. Penderita yang mengalami serangan ringan dapat diobati sendiri di rumah. Namun penderita yang mendapatkan serangan sedang dan berat harus ditangani di rumah sakit. (sumber : http://www.pikiran-rakyat.com)

Penyebab:
Terdapat dua faktor utama yang menyebabkan menyempitnya saluran pernafasan, yaitu:
  1. Lapisan bagian dalam dari saluran pernafasan menjadi merah dan bengkak (disebut peradangan) dan mungkin terbentuk tambahan lender/dahak (cairan kental).
  2. Otot disekitar saluran pernafasan mengencang (disebut Bronco constriction) (Sumber: http://www.asthma.org.au/Portals/0/Over%2050's%20%20_%20Indonesian )
Adapun faktor-faktor penyebabnya adalah:
  • Faktor keturunan.
  • Faktor bawaan lahir (alergi).
  • Polusi udara, cuaca dingin, asap rokok,
  • Infeksi saluran pernafasan yang biasa disebabkan oleh virus, contohnya virus influenza.
  • Aktifitas yang berlebihan atau kelelahan.
  • Pencernaan yang kurang baik akan menyebabkan asam lambung naik ke atas. Sehingga dapat menyebabkan sesak nafas.
  • Penyakit sinusitis dapat menyebabkan sesak.
  • Obat-obatan tertentu ada juga yang memiliki efek samping menyesakan.
  • Bahan pengawet makanan juga ada yang memiliki efek samping menyesakan nafas.
Faktor-faktor pencetus ini antara penderita dapat berbeda. Faktor-faktor pemicu di antaranya faktor alergen, emosi atau stres, infeksi, zat makanan, zat kimia, faktor fisik seperti perubahan cuaca, kegiatan jasmani, dan obat-obatan. Kerja faktor pencetus ini pun berbeda, ada faktor pencetus yang bisa mengakibatkan penyempitan saluran nafas (bronchospasme), seperti emosi, udara dingin, latihan. Ada pula faktor pencetus penyebab peradangan seperti infeksi saluran pernafasan akut, alergen, zat kimia, dan asap rokok. Sebagian besar serangan asma dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor pencetus tersebut.
(sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0604/13/hikmah/lainnya2.htm)

Tanda-tanda asma:
  • Bengik atau rasa sesak di dada
  • Batuk-batuk atau sesak nafas malam hari, yang menyebabkan tidak bisa tidur.
  • Batuk-batuk yang masih ada meskipun sudah lama sembuh dari flu.
  • Sesak nafas atau sesak di dada setelah atau selama melakukan kegiatan atau gerak badan.
  • Batuk-batuk atau sesak nafas yang berkembang setelah memakan obat-obatan atau obat tetes mata tertentu.
  • (sumber : http://www.asthma.org.au/Portals/0/Over%2050's%20%20_%20Indonesian.pdf)
Pengobatan:
• Dengan terapi obat.
Terdapat empat jenis Pengobatan Asma, yaitu:
  1. Obat Pencegah (Preventers). Obat-obat pencegahan jangka lama, untuk mengatasi peradangan saluran nafas. Obat-obat ini mengurangi peradangan pada saluran pernafasan dan membantu membersihkan lendir. Obat ini harus digunakan setiap hari dan setelah beberapa minggu anda menggunakannya, anda baru merasa sehat. (Sumber: http://www.asthma.org.au/Portals/0/Over%2050's%20%20_%20Indonesian.pdf ).
  2. Obat Pelega (Relievers). Obat-obat kerja cepat untuk mengatasi dengan segera serangan sesak nafas (reliver). Selain itu, obat golongan anti cholinergik, teofilin kerja cepat, suntikan adrenalin atau epinefrin juga dapat dijadikan pilihan. Obat-obat ini membantu membuka saluran pernafasan dengan mengendurkan otot-otot kencang disekitarnya.Pelega (reliever) membantu membuka saluran pernafasan dengan mengendurkan otot-otot kencang disekitarnya. (Sumber: http://www.asthma.org.au/Portals/0/Over%2050's%20%20_%20Indonesian.pdf ).
  3. Pengontrol Gejala (Symptom Controllers). Yang termasuk kedalam obat pengontrol gejala adalah Foradile, Optrol, Oxis, Serevent. Pengontrol gejala membantu dalam mengendurkan otot-otot di sekitar saluran pernafasan sampai 12 jam. Obat-obatan ini dapat diberikan bersamaan dengan obat pencegahan anda. (Sumber: http://www.asthma.org.au/Portals/0/Over%2050's%20%20_%20Indonesian.pdf ).
  4. Obat-obatan Kombinasi (Combination Medications). Pengobatan secara kombinasi yang menggabungkan obat-obatan pengontrol gejala (symptom controller) dengan obat-obatan pencegah (preventer medication), dengan tujuan agar lebih memudahkan. (Sumber: http://www.asthma.org.au/Portals/0/Over%2050's%20%20_%20Indonesian.pdf )
Pengobatan pencegahan jangka lama sangat dianjurkan. Namun, dari semua jenis obat yang tersedia, pemakaian obat inhalasi lebih diutamakan mengingat efeknya yang cepat, dosis yang kecil dan efek samping yang minimal meskipun diberikan dalam jangka panjang.
(sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0604/13/hikmah/lainnya2.htm)

Obat utama untuk pengobatan asma adalah obat antiradang (antiinflamasi). Pengobatan lain pada asma adalah pengobatan untuk melebarkan pipa saluran napas (bronkodilator) yang menyempit pada serangan asma.
(sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0006/11/iptek/kese15.htm )

• Olahraga yang tepat.
Rehabilitasi dan peningkatan kebugaran jasmani dengan olah raga atau latihan jasmani terpimpin. Penderita asma sering mengalami sesak sehingga sebagian otot-otot pernafasan kerap digunakan, sementara sebagian otot yang lain tidak. Otot-otot pernafasan yang banyak digunakan akan membesar dan yang jarang digunakan akan melemah. Akibatnya, efisiensi dan koordinasi pernafasan menjadi kurang baik, fungsi paru serta pertahanan paru pun menurun. Selain itu penderita asma juga terkadang mengalami keterbatasan fisik atau membatasi pekerjaan fisik karena takut sesak, sehingga kebugaran jasmaninya berkurang. Dengan melakukan latihan jasmani secara teratur yang terpimpin, otot pernafasan akan kembali berfungsi normal, kenaikan kapasitas vital paru meningkat dan kebugaran jasmani pun menjadi lebih baik. (sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0604/13/hikmah/lainnya2.htm)

• Latihan pernapasan
Posisi: Duduk santai pada sebuah kursi, punggung diganjal dengan bantal. hirup udara melalui hidung. Kemudian kerutkan bibir, seakan-akan hendak meniup melalui sedotan. Hembuskan udara 2 kali lebih lama dari ketika menghirupnya. Tambahkan waktu hembusan sedikit demi sedikit.
Istirahat setelah menghembus dan menghirup udara 3 kali secara normal sebelum memulai lagi cara pernafasan tadi . Ini dapat dilakukan di pagi hari, siang hari dan pada malam hari sebelum tidur. Ini dapat dilakukan juga bila nafas menjadi pendek sementara melakukan gerak badan serta kegiatan lainnya.
(Sumber : http://www.ub.net.id/Tips/tips_asma.htm )

Pencegahan:
  • Hindari faktor pencetus asma itu sendiri. Seperti zat alergi, stress, dan kondisi udara/lingkungan yang kurang sehat atau tidak sesuai, seperti udara berpolusi atau udara dingin.
  • Perhatikan bahan pengawet dari makanan yang Anda makan.
  • Jika akan mengonsumsi suatu obat, cobalah untuk mengonsultasikannya dengan dokter. Agar dapat dicarikan alternatif obat yang sesuai dengan Anda yang menderita asma atau yang memiliki bakat asma.
  • Aturlah pola makan Anda agar asam lambung tidak berlebihan dan naik ke atas.
  • Jangan melakukan aktifitas yang berlebihan.
  • Bila memiliki sinusitis segera sembuhkan sinus tersebut.
Akibat berobat tidak sesuai aturan, diperkirakan jumlah kematian penderita asma di Indonesia lebih tinggi dari negara-negara maju. Data WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menunjukkan jumlah penderita penyakit asma di Indonesia berkisar antara 3-8 persen atau 6-16 juta dari 200 juta penduduk. Sedangkan, menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1992, bronkhitis kronis, asma dan emfisema menjadi penyebab kematian kelima di Tanah Air. (m05). (sumber: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/02/metro/1940369.htm)

4 LANGKAH PERTOLONGAN PERTAMA PENYAKIT ASMA
  1. Dudukkan orang yang bersangkutan secara tegak dan tenteramkan hatinya
  2. Segera berikan 4 semprotan obat pelega secara berturut-turut. Obat itu sebaiknya diberikan secara satu kali semprotan sebanyak 4 kali dengan menggunakan alat yang memberi kesempatan bernafas/spacer device. Bila anda tidak mempunyai sebuah spacer, gunakan penyemprot (puffer) saja.
  3. Tunggu selama 4 menit. Bila hanya sedikit /tidak ada kemajuan ulangi langkah 2 dan 3.
  4. Bila tetap masih tidak ada kemajuan segera panggil ambulans. (sumber : http://www.asthma.org.au/Portals/0/Over%2050's%20%20_%20Indonesian.pdf)

Alergi

Alergi
Alergi atau alahan ialah suatu gangguan pada tubuh yang menjadikannya teramat sensitif terhadap antigen-antigen tertentu. Antigen yang menyebabkan reaksi alergi disebut juga allergen. Alergi, demikian dr Heru Sundaru SpPD KAI dari Kepala Sub-Bagian Alergi dan Imunologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), merupakan reaksi berlebihan (hipersensitivitas) dari sistem imun tubuh terhadap zat yang bagi kebanyakan orang dianggap normal.

Reaksi alergi yang bersifat fatal adalah anaphylaxis atau renjatan anafilaktik, di mana penderita mengalami bengkak di wajah, sesak napas, muntah, diare, dan tekanan darah turun mendadak.(Sumber : http://www.kompas.com/kompas-cetak/0206/22/iptek/peng10.htm )


Bagaimana cara mengetahui jenis alergi yang kita derita?
Ada 2 macam tes alergen yang bisa digunakan untuk mengetahui jenis alergi:
  1. Patch test, yaitu punggung kita akan ditempel oleh beberapa macam tempelan yang sudah mengandung zat-zat alergen(penyebab alergi),contohnya zat coklat selama 2 hari. Dua hari kemudian, bila punggung menjadi merah berarti kita alergi terhadap zat tersebut.
  2. Prick test, dimana berbagai zat alergen seperti zat-zat debu,cat,zat dari kulit binatang akan ditusukkan ke kulit kita untuk mengetahui reaksi kulit terhadap masing-masing alergen.

Apa saja gejala-gejala alergi?

- Biduran
- Asma
- Pilek dan batuk-batuk
Bedanya dengan batuk-pilek flu, pada batuk-pilek alergi biasanya tanpa keluhan demam, pegal-linu, nyeri kepala seperti lazimnya orang flu dan sudah berlangsung lama tanpa flunya memburuk. (sumber: www.iptek.net.id/ind/cakrawala/penyakit8.htm)
- Mencret
- Mata merah


Penyebabnya
Alergen adalah zat yang menimbulkan reaksi alergi. Penyebabnya pun bermacam-macam, diantaranya adalah :
• Makanan tertentu.
• Bahan obat-obatan tertentu.
• Parfum atau produk-produk kosmetika lainnya
• Serangga.
• Polusi.
• Suhu udara.
• Serbuk bunga.


Pengobatan:
Cara menanggulangi alergi adalah dengan menghindari alergen atau zat penyebab alergi, dengan cara menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari makanan penyebab alergi. Selain itu dengan pengobatan dengan antialergi, terutama antihistamin.
Antihistamin generasi pertama, sebenarnya cukup aman, tetapi efek samping berupa sedasi (mengantuk) berpotensi menimbulkan kecelakaan pada pengguna jika menyetir kendaraan maupun bekerja di pabrik. "Seseorang harus tahu efek samping obat yang diminum. Dokter juga perlu memberitahukan efek samping obat serta menanyakan jenis pekerjaan pasien sebelum memberi obat. Antihistamin generasi kedua telah berkurang efek sedasinya, tetapi bisa menimbulkan gangguan irama jantung.
  • Dengan terapi pengobatan.
Upaya medis dalam menghadapi gangguan alergi, dapat dilakukan dengan jalan mendatangi dokter atau melakukan pengobatan sendiri, dengan menggunakan:
  1. Obat yang bekerja melawan reaksi alergen disebut antihistamin--dapat meringankan gejala rinitis alergi dengan efektif. Cairan pelega hidung juga merupakan obat yang mengandung antihistamin, banyak dijual bebas. Obat ini mampu meringankan sumbatan hidung yang amat menjengkelkan akibat rinitis alergi.
  2. Para penderita saluran napas bronkial biasanya menggunakan obat bronkodilator, berfungsi sebagai pelega saluran napas. Obat ini bisa berupa semprotan dan tablet, juga ada obat-obatan anti asma nonbronkodilator.
  3. Penderita dermatitis atopik dalam kondisi ringan bisa memakai obat oles atau salep yang mengandung kortikosteroid.
  4. Penderita biduran harus menghindari alergennya, serta menggunakan obat antihistamin yang terkadang dikombinasi dengan kortikosteroid. Obat oles dan bedak cair yang mengandung bahan aktif antipruritus bisa juga diberikan.
  5. Imunoterapi, yaitu menyuntikkan sejumlah kecil alergen spesifik, dapat juga dilakukan untuk mengatasi alergi. Mulailah dengan dosis suntikan rendah/kecil, yang secara bertahap dinaikkan namun frekuensinya semakin dijarangkan--sehingga akhirnya penderita tidak menampakkan gejala alergi lagi.
  6. (Sumber : http://www.indomedia.com/sripo/2003/10/09/0910gay3.htm )
  • Dengan mengonsumsi makanan yang dialergikan secara sedikit demi sedikit secara bertahap untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap allergen.
  • Minum air putih minimal 2 liter / hari dan olahraga ringan seperti jalan cepat/lari santai/jogging yang dilakukan setiap hari dengan durasi minimal 30 menit dapat mengurangi frekuensi serangan alergi.
  • (Sumber: http://www.mer-c.org/mc/ina/konkes/2005/kkes_0305_b_alergi_gatal.htm )


Pencegahan:

Pencegahan alergi dibagi atas dua macam, yaitu pencegahan primer dan pencegahan sekunder. Pencegahan primer adalah pencegahan terjadinya sensitisasi, dan yang dapat kita lakukan antara lain adalah menghindari asap rokok, terutama semasa hamil dan awal kehidupan anak, memberi air susu ibu minimal 6 bulan.

Pencegahan sekunder adalah pencegahan terjadinya penyakit alergi dari anak atau orang yang telah tersensitisasi, yang sudah muncul dalam bentuk pilek atau eksim. Orang yang telah tersensitisasi allergen, harus menghindarinya. Berikut ini adalah beberapa cara pencegahan sekunder:
  • Hindari pencetusnya (Allergen).
  • Atur ruangan anda dengan tata ruang yang lebih baik, agar sirkulasi udara dapat lebih baik. Hal ini sangat berguna bagi Anda yang memiliki alergi dengan udara.
  • Buatlah catatan untuk setiap persitiwa alergi yang Anda alami.
  • Bawalah selalu obat-obatan alergi Anda kemanapun Anda pergi.
  • Jangan lupa untuk selalu mencicipi makanan atau obat-obatan baru dengan porsi yang sangat sedikit, jika tidak mengetahui apakah alergi atau tidak.

Rabu, 22 Juli 2009

Health With Nutrition

Pendahuluan
Pilihlah makanan yang bernilai gizi tinggi. Tidaklah baik memakan makanan yang hanya menyebabkan kenyang. Oleh karena itu tubuh harus mengkonsumsi zat-zat makanan tertentu. Zat-zat mineral dan Zat-zat makan yang dibutuhkan oleh tubuh antara lain kalsium, ferrum, yodium, mangan, chlorin, fosfor, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dsb.

Daftar nilai gizi pada beberapa makanan :
Makanan yang mengandung Protein
----------------------------------------------------------
1. Nasi 1 mangkuk = 4 gram
2. Ikan teri, kering, 1ons = 33,4 gram
3. Daging, 1ons = 15 gram
4. Bayam, 1 mangkuk = 6 gram
5. 1 mangkuk kacang tanah yang sudah di goreng = 39 gram
6. Tahu, 1 yang sedang (± 5cm2 ) = 7 gram
7. Oncom, 1ons = 13 gram
8. Tempe, 1ons = 10 gram
9. Kedele basah, 1ons = 16 gram
10. Kedele kering, 1ons = 39 gram
11. Kacang hijau, 1ons kering = 24 gram
12. Pisang, 1 yang sedang = 1 gram
13. Telur bebek, 1 butir = 6 gram
14. Susu, 1gelas = 9 gram
15. Kuaci, 1ons yang telah di kupas = 35 gram
Orang dewasa memerlukan 1 gram per 1 kg berat badan satu hari. dan anak-anak kecil 1 setengah sampai 2 gram per 1 kg berat badan. Mereka membutuhkan lebih untuk pertumbuhan. Begitu pula ibu yang hamil atau menyusui dan mereka yang baru sembuh dari sakit.

Makanan yang mengandung karbohidrat
----------------------------------------------------------
1. Nasi, 1 mangkuk = 44 gram
2. Mie, 1 mangkuk = 32 gram
3. Pisang, 1 buah yang sedang = 23 gram
4. Ubi, 1 buah yang besar = 47 gram
5. Gula, 1 sendok makan = 12 gram
Yang dibutujkan sehari oleh orang dewasa adalah sekitar 300-350 gram. Sudah tentu jumlah kebutuhannya banyak dipengaruhi oleh jumlah kegiatan pisik yang ia lakukan.

Makanan yang mengandung lemak
------------------------------------------------------------
1. Mentega, 1 sendok makan = 11 gram
2. Minyak, 1 sendok makan = 12 gram
3. Adpokat, 1 mangkuk = 26 gram
4. Kacang tanah, 1 mangkuk = 26 gram
5. Mentega kacang (pindakaas), 1 sendok makan = 8 gram
6. Kelapa parut, 1 mangkuk = 65 gram
7. Telur bebek rebus, 1 butir = 6 gram
Yang dibutuhkan sehari oleh orang dewasa adalah sekitar 30-35 gram.

Makanan yang mengandung kalsium
-------------------------------------------------------------
1. Susu, 3 mangkuk = 840 miligram
2. Telur ayam, 1 butir = 27 miligram
3. Tahu, sedang, 1 buah = 124 miligram
4. Emping kering, 1 ons = 100 miligram
5. Kacang kedele rebus, 1 mangkuk = 55 miligram
6. Ikan teri, 1 ons = 1200 miligram
7. Daun singkong, 1 mangkuk = 200 miligram
Yang dibutuhkan sehari untuk orang dewasa adalah sekitar 700 miligram dan anak-anak 1000 miligram.

Makanan yang mengandung Ferrum
---------------------------------------------------------------
1. Telur ayam, 1 butir = 1,1 gram
2. Bayam, 1 mangkuk = 3,6 gram
3. Kacang tanah, 1 mangkuk = 3,2 gram
4. Nasi lengkap (tumbuk), 1 mangkuk = 0,5 gram
5. Hati ayam, setengah ons = 2,9 gram
Orang dewasa yang pria membutuhkan sekitar 10 mg sehari, sedangkan seorang wanita membutuhkan kira-kira 12 mg.

Makanan yang mengandung Vitamin A
--------------------------------------------------------------------
1. Kangkung, 1 mangkuk = 21,200 S.I.
2. Susu 1 gelas fullcream = 390 S.I.
3. Telur ayam ,1 butir = 590 S.I.
4. Pepaya, 1 mangkuk = 3,190 S.I.
5. Pisang, 1 buah = 430 S.I.
6. Hati ayam, 1 ons = 30 S.I.
Seorang dewasa membutuhkan sekitar 4,000 S.I. dan anak-anak membutuhkan 1,500-3,000 S.I.

Makanan yang mengandung Vitamin C
-----------------------------------------------------------------
1. Jambu biji, setengah yang sedang (garis tengah ±5cm) = 105 mg
2. Jeruk manis, setengah besar = 102 mg
3. Pepaya, 1 mangkuk di potong-potong = 101 mg
4. Sari jeruk peras, 1 mangkuk = 90 mg
5. Sawi mentah setengah mangkuk = 55 mg
6. Kol mentah 1 mangkuk = 50 mg
7. Tomat 1 buah = 35 mg
8. Jeruk garut 1 buah = 25 mg
9. Pisang 1 buah = 10 mg
10. Kemangi mentah setengah mangkuk = 12 mg
11. Toge mentah 1 mangkuk = 14 mg
12. Nanas 1 mangkuk = 32 mg
13. Arbei 1 mangkuk = 88 mg
Orang dewasa memerlukan 50-70mg vitamin C dan anak-anak 30-50mg, anak-anak remaja 80-100mg.

Kebutuhan gizi bagi bayi
Sudah tentu makanan yang terbaik bagi bayi adalah ASI ibu sendiri. Bila ibunya sehat maka semua zat-zat gizi yang bayi perlukan telah terpenuhi di dalam ASI ibunya. Namun setelah bayi sudah mulai besar sudah tentu pula ia memerlukan makana tambahan lainnya untuk pertumbuhan dan kesehatannya. Bayi yang tidak dapat minum ASI ibunya biasanya diberikan susu sapi sebagai penggantinya. Dengan adanya banyak jenis susu sapi di pasaran, maka ibu dapat memilih mana yang sesuai dengan bayinya maupun dengan keuangannya. Bila ibu dibawah perawatan seorang dokter atau bidan maka merekapun akan memberikan petunjuk mengenai pemilihan susu yang terbaik untuk bayinya. Pada umumnya bila susu khusus untuk bayi antara lain seperti Camelpo, Eledon, Enfagrow, SGM, dsb, sudah ditambahkan vitamin dan lain-lain zat gizi yang telah dicampuri kedalamnya, sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan pencernaan bayi. Akan tetapi bila sang ibu memberi susu sapi segar, atau fullcream milk ataupun nonfat milk maka ibu itu perlu mengetahui beberapa hal, seperti, pada umumnya susu sapi yang telah melalui pengolahan (seperti dimasak) tidak lagi mengandung vitamin C dan mungkin hanya sedikit Thiamin dan Niasin, serta vit B. Susu sapi tidak mengandung ferrum yang dibutuhkan bayi, sehingga bayi yang diberikan susu sapi tersebut, bayi itu perlu diberikan tambahan vitamin C (dari tablet atau makanan), merah telur atau bayam untuk ferrumnya (khusus stelah 5-6 bulan, karena dari lahir sampai umur ini bayi masih mempunyai cukup persediaan atau simpanan ferrumnyadi dalam hatinya, jika tadinya ibu mempunyai cukup ferrum), dan air beras merah untuk Thiamin dan Niasinnya. Pada umur 2-3 bulan, bayi sudah dapat diberikan pisang dan bubur saring. Pada umur 5-6 bulan, sudah dapat diberikan sayuran dan buah-buahan yang lain seperti, wortel, daun kangkung, labu merah, kacang hijau, tahu pepaya, adpokat, dlsb. Dari makanan yang disaring, secara berangsur ibu dapat berikan makanan yang dipotong kecil-kecil dan dimasak hingga lunak.

Kebutuhan gizi bagi ibu yang hamil dan menyusui
Ibu-ibu yang mendapat makanan yang seimbang, kurang kemungkinan akan menderita komplikasi pada waktu masa hamilnya dan biasanya mereka lekas merasa kuat setelah melahirkan bayinya dan dapat menghasilkan ASI yang berkwalitet baik dan cukup. Bayi-bayi mereka pun lenih sehat dan lebih mungkin untuk menghadapi kehidupan. Kebanyaka dokter ataupun bidan tidak menginginkan agar ibu hamil bertambah berat badannya lebih dari 7,5-10kg setelah melahirkan. Jikalau berat badannya semula adalah normal, pada dasarnya ia harus makan jumlah makanan kaya protein dan mengurangi jumlah makanan yang kaya lemak dan karbohidrat. Selalu perhatikan agar ia cukup mendapat makanan kaya kalsium, vit A, dan ferrum. Untuk ibu yang menyusui, ia memerlukan banyak cairan dalam bentuk air minum, susu, sop, dsb. Banyak makan sayuran dan buahan dan kurangi makanan kaya karbohidrat atau lemak dapat menjamin ia mendapat cukup vitamin.

Kebutuhan gizi pada masa remaja
Masa pertumbuhan yang pesat adalah ciri khas pada waktu ini yang biasanya Pemudi-pemudi yang sudah mencapai pada umur 12-14 tahun dan pemuda-pemuda yang sydah berumur 14-16 tahun. Yang tadinya para ibu harus membujuk anak-anaknya untuk sesuap nasi, kali ini para ibu sering kewalahan tidak tahu ingin dikasih makan apa lagi kepada anak-anak remajanya karena mereka seakan-akan terus kelaparan. Kebutuhan mereka akan makanan-makanan pembakar dan makanan pembangun maupun vitamin dan mineral sangat menanjak. Inilah kesempatan terakhir bagi tubuh untuk membangunnya. Anak-anak pria sangat menaruh minat di dalam otot-otot besar dan bentuk badan yang tinggi dan besar sehingga mereka mau makan apa saja, termasuk makanan yang berkalori (makanan yang hanya menghasilkan bahan bakar saja, tak ada vitamin, mineral ataupun protein) seperti coklat, gula-gula, kue, limun, dsb. Sebaliknya anak-anak wanita adalah golongan anggota-anggota keluarga yang biasanya paling kurang mendapat makanan seimbang. Kekurangan mereka yang terbesar adalah kalsium dan ferrum, karena makanan makanan kaya inilah yang biasanya tidak mau dimakan karena takut berlebihan berat badan dan ketinggian. Kesukaann makananya pula berubah-ubah dari hari ke hari. Satu hari ia makan sepuas-puasnya besoknya ia hanya hanya makan sedikit. Pikirannya pada saat ini dipenuhi dengan kepopuleran, pakaian-pakaian yang menarik lebih dari pada seorang wanita yang sehat yang nantinya akan dapat membawa bayi-bayi yang sehat pada waktu yang akan datang. Jerawat merupakan persoalan bagi mereka, pentinglah bagi mereka untuk banyak makan buah-buahan dan sayuran, minum banyak air (bukan limun) agar pembuangan kotoran lancar dan kulitnya dapat terpelihara dengan baik. Makanan-makanan yang kaya akan lemak seperti coklat, gorengan, kua-kua, dsb perlu dibatasi.

Kebutuhan pada masa tua
Makanan yang baik bagi orang tua (±70 tahun)dimana kesanggupan pencernannya mulai menurun adalah makanan kaya protein, vitamin, mineral kalsium dan ferrum yang relatif dalam jumlah yang lebih dari pada orang yang pertengahan dari umurnya oleh karena penyerapan akan sari-sari makanan dalam tubuh sudah berkurang.


Perencanaan menu menurut golongan makanan
Rencana dasar untuk sehari bergantung kepada Empat sehat lima sempurna.
  1. Padi-padian lengkap (makanan kaya karbohidrat) = empat porsi atau lebih sehari. dapat juga sebagian diganti dengan ubi-ubian menjadi tiga porsi padi-padian satu pori ubi. 1 porsi = 1 mangkok padat yang telah dimasak. Contoh: Nasi, jagung, bulgur, singkong, tales, cantel, ubi, sagu, terigu, mie, bihun, so`un, kentang.
  2. Golongan makanan kaya protein = daging, ikan, ayam, tempe, tahu, gluten, 3 porsi (1 porsi = ±25 gram atau kira-kira sebesar dus korek api). telur, 3 butir seminggu. Susu, 3-4 mangkok sehari dan orang dewasa 2 mangkok sehari. Kacang-kacang polong, satu hari setengah mangkok yang telah dimasak. Kacang-kacangan, 3 sendok makan sehari. Contoh: gluten, daging, ikan, ayam, tahu, tempe, oncom, telur, kacang hijau, kacang merah, kacang kedele, telur, susu, keju.
  3. Golongan makanan kaya lemak = 3 sendok makan sehari. Contoh: mentega, margarine, santan, kelapa, minyak, coklat, dsb.
  4. Sayurang berdaun yang berwarna kuning dan umbi-umbian = 1 porsi atau lebih sehari. 1 porsi = setengah mangkok yang dimasak atau 1 mangkok yang mentah. Contoh: kangkung, melinjo, daun singkong, katuk, daun pepaya, daun pepaya, wortel, labu merah, daun bluntas, bayam, petsai, daun pakis, daun kacang panjang, genjer, dsb.
  5. Makanan kaya vitamin C = satu porsi atau lebih sehari. 1 porsi = satu buah yang sedang atau satu potong yang besar dari buah yang besar. Contoh: jambu biji, pepaya, jeruk manis, jeruk peras, jeruk garut, blimbing, jeruk bali, kedondong, arbei, mangga, nanas, sirsak, tomat, petsai, kol mentah, taoge mentah, dsb.
  6. Sayuran dan buah-buahan yang lain = 2 porsi atau lebih sehari. 1porsi = setengah mangkok dimasak atau 1 mangkok mentah. Contoh: terung, paria, kecipir, taouge, kacang panjang, buncis, lejet, adpokat, semangka, sawo, pisang, rambutan kesemek, dsb.
Lebih banyak dari salah satu diatas dapat diberikan apabila dibutuhkan untuk tenaga dan pertumbuhan, atau baru sembuhnya seseorang dari sakit atau pembedahan. Jikalau susu dan telur sukar didapat maka perlulah ditambah porsi kacang polong-polongan, kacang tanah dan sayuran hijau. Dan bila makanan kaya vit C sukar didapat, seringlah makan lalap atau sayuran mentah yang juga merupakan sumber vit C yang sangat baik.